Layanan Bimbingan Konseling
Nama : Timutea Purba
NIM : 18500018
Bimbingan Konseling(BK) merupakan
suatu proses pemberian bantuan dengan cara konseling atau face to face oleh seorang ahli yang biasa disebut konselor terhadap
orang yang mempunyai masalah untuk diatasi atau yang disebut
konseling.Bimbingan dan konseling disekolah sangat memiliki peranan penting
demi perkembangan optimal bagi siswa.
BK di sekolah bertindak sebagai pengampu layanan bimbingan,salah satunya untuk memotivasi siswa,memberikan layanan informasi pada siswa,memberikan bimbingan-bimbingan yang bermanfaat bagi siswa seperi bimbingan kelompok.
Lingkungan yang baru bagi individu merupakan sesuatu yang asing.Dalam kondisi tersebut individu akan mengalami kesulitan bersosialisasi .Ketidak mampuan bersosialisasi juga menimbulkan perilaku mal adaptif(perilaku menyimpang)bagi individu dengan suasana ataupun objek-objek baru.Layanan ini dapat dilakukan secara individu atau kelompok dan sebaiknya diprogamkan pada setiap awal tahun ajaran baru.Layanan orientasi bertujuan untuk membantu individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
2. Layanan Informasi
Layanan Informasi berguna
bagi seorang klien untuk mendapatkan informasi yang diperlukan.Layanan
informasi dapat diberikan secara individu atau kelompok.Misalnya bagi seorang
individu yang membutuhkan informasi khusus dalam menangani kesulitan belajar
atau bersosial.Untuk layanan informasi kelompok misalnya tentang informasi
perguruan tinggi,kesehatan,dll.Secara lebih rinci isi layanan informasi pada
sekolah dasar atau madrasah adalah(a)informasi tentang perkembangan
diri,(b)informasi tentang hubungan pribadi sosial,nilai-nilai dan
moral,(c)informasi tentang pendidikan kegiatan belajar,(d)informasi tentang
dunia karir(e)informasi tentang sosial budaya,dan(f)informasi tentang agama.
Teknik atau motode yang digunakan
konselor untuk menyampaikan informasi yaitu melalui :
·
Ceramah,Tanya
jawab,diskusi
·
Media
·
Acara
khusus
·
Narasumber
3.
Layanan penempatan dan penyaluran
Layanan penempatan dan
penyaluran berfungsi untuk membantu siswa dalam memperoleh kegiatan
ekstrakulikuler yang sesuai dengan minat dan bakatnay.Siswa memerlukan bantuan
konselor untuk mengembangkan potensi mereka.Sebab mayoritas siswa belum
memahami minat bakat yang mereka miliki.Penempatan dan penyaluran siswa
disekolah meliputi : 1) Layanan penempatan di kelas, 2)Penempatan dan
penyaluran ke dalam kelompok belajar, 3)Penempatan dan penyaluran kedalam
kegiatan ekstrakulikuler, 4) Penempatan dan penyaluran ke jurusan/progam studi,
5)Penempatan dan penyaluran ke dalam pendidikan lanjutan.
4.
Layanan Konseling Individu
Layanan konseling
individu dilakukan untuk membantu siswa yang memiliki masalah pribadi.Konseling
Individu dilakukan dengan cara tatap muka secara langsung antara konselor dan
klien untuk menyelesaikan masalah yang dialami klien.Konseling merupakan
layanan inti yang pelaksanaannya menuntut persyaratan dan mutu usaha yang
benar-benar tinggi sebab konseling merupakan ‘’jantung hatinya’’ pelayanan
bimbingan secara menyeluruh.
5.
Layanan Bimbingan Kelompok
Layanan bimbingan
kelompok yaitu suatu kegiatan informasi kepada sekelompok siswa untuk menyusun
rencana suatu keputusan.Dalam layanan kelompok harus dipimpin oleh pemimpin
kelompok.Pemimpin kelompok adalah konselor yang terlatih dan berwenang.Tujuan
layanan ini yaitu untuk pengembangan kemampuan bersosialisasi,khususnya
kemampuan berkomunikasi(verbal maupun non verbal)siswa.Topik pembahasan
biasanya diberikan oleh pembimbing(pimpinan kelompok)atau bisa ditentukan
sendiri secara bebas oleh anggota kelompok.Untuk jumlah ideal anggota yaitu
8-10 orang agar efektif dan efisien.
6.
Layanan konseling kelompok
Layanan konseling
kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang
berguna bagi pengemkembangan pribadi dan pemecahan masalah individu(siswa) yang
menjadi perserta layanan.Dalam konseling kelompok dibahas masalah pribadi yang
dialami oleh masing-masing anggota kelompok.
7.
Layanan Penguasaan Konten
Layanan penguasaan konten
merupakan suatu layanan bantuan kepada individu maupun kelompok untuk menguasai
kemampuan atau kompetensi tertentu melalui kegiatan belajar.Dengan penguasaan
konten siswa diharapkan mampu memenuhi kebutuhannya secara mengatasi
masalah-masalah yang dialaminya dan berguna untuk menambah wawasan mengarahkan
penilaian dan sikap,menguasai cara-cara tertentu.Oleh sebab itu,konselor harus
secara aktif menyajikan bahan,memotivasi dan mendorong siswa untuk
berpatisipasi aktif mengikuti materi dan kegiatan pelayanan.Kegiatan layanan
penguasaan kontek melalui teknik-teknik yaitu : 1) Penyajian materi pokok, 2)
Tanya jawab dan diskusi, 3) Kegiatan lanjutan seperti diskusi
kelompok,penugasan dll.
8.
Layanan Pembelajaran
Layanan pembelajaran
ditujukan untuk membantu siswa mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang
baik.Layanan ini diberikan secara individu atau pun kelompok yang memiliki
masalah yang sama.
·
Layanan Konsultasi
Layanan konsultasi
dilaksanakan oleh konselor(pembimbing)terhadap seorang pelanggan(konsulti)yang
memungkinkanya memperoleh wawasan,pemahaman,dan cara-cara yang perlu
dilaksanakannya dalam menangani kondisi atau permasalahan pihak ketiga.Di
lingkungan sekolah atau madrasah yang bisa menjadi konsulti adalah kepala
sekolah atau kepala madrasah,guru-guru,dan orang tua siswa.
Masalah dikonsultasiakan
mencangkup berbagai hal yang dialami pihak ketiga dalam kehidupan sehari-hari
terutama menyangkut statusnya sebagai siswa baik disekolah atau madrasah maupun
dirumah serta di lingkungannya.Isi layanan konsultasi dapat meyangkut berbagai
bidang kehidupan yang luas yang dialami oleh individu(pihak ketiga).Terhadap
siswa di sekolah dan madrasah,masalah-masalah yang dikonsultasikan hendaknya
lebih di prioritaskan pada hal-hal yang berkaitan dengan status siswa sebagai
pelajar.
Perlu diingat bahwa semua
penanganan layanan diatas,guru BK sebaiknya berkerjasama dengan
guru-guru,TU,dan tenaga lain yang terkait.Sebagai calon guru SD hendaknya perlu
memahami pentingnya pemahaman tentang lingkup BK serta jenis-jenis layanan BK
agar menunjang ketercapaian tujuan pelaksanan BK yang searah dengan tujuan
pendidikan nasional.
A.Fungsi
pemahaman yang difokuskan disini adalah fungsi pemahaman tentang dua hal,yakni
focus utama pelayanan bimbingan dan konseling,yaitu klien dengan berbagai
permasalahannya dan tujuan-tujuan konseling.
ü Pemahaman
tentang konseling atau perserta didik
Pemahaman
tentang konseling atau perserta didik,diantara :
Ø a.
Identitas individu/perserta didik
Ø b.
Pendidikan
Ø c.
Status sosial-ekonomi
Ø d.
Kemampuan dosen(intelegensi),bakat,minat dan hobi
Ø e.
Kesehatan
ü Pemahaman
tentang masalah konseling atau perserta didik
ü Pemahaman
tentang lingkungan yang lebih luas
B. Fungsi Pencegahan
Fungsi pencegahan adalah fungsi yang
berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengatisipasi berbagai masalah
yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya,supaya tidak dialami oleh
konseli.
Secara
operasional,konselor atau guru dapat melakukan hal-hal sebagai berikut dalam
menganalisis dan melakukan progam pencegahan.Secara garis beras,progam-progam
ini antara lain :
Ø Mengidentifikasi
dan menganalisis sumber-sumber penyebab timbulnya masalah-masalah.
Ø Mengidentifikasi
pihak-pihak yang dapat membantu pencegahan masalah tersebut.
Ø Menyusun
rencana progam pencegahan
Ø Pelaksanaan
monitoring
Ø Evaluasi
dan laporan
C. Fungsi pengentasan/penyembuhan
Fungsi
Penyembuhan adalah fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif.
Fungsi
ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada klien yang telah
mengalami masalah,baik menyangkut aspek pribadi,sosial,belajar,maupun karir.
1. LANGKAH-LANGKAH
PENGENTASAN MASALAH
2.
PENGENTASAN MASALAH BERDASARKAN DIAGNOSIS
Fungsi
pemeliharaan berarti memelihara segala sesuatu yang baik yang ada pada diri
individu,baik hal itu merupakan pembawaan maupun hasil-hasil perkembangan yang
telah dicapai.Pemeliharaan yang baik bukanlah sekedar mempertahankan agar
hal-hal yang dimaksudkan tetap utuh,tidak rusak dan tetap dalam keadaan
semula,melainkan juga mengusahakan agar bertambah baik,kalau dapat lebih
indah,lebih menyenangkan,memiliki nilai tambah dari pada waktu-waktu
sebelumnya.Pemeliharaan yang demikian itu adalah `pemeliharaan yang
membangun,pemeliharaan yang memperkembangkan.Oleh karena itu,fungsi
pemeliharaan dan fungsi pengembangkan tidak dapat dipisahkan.
Prinsip
yang berasal dari asal kata’’PRINSIPRA’’yang artinya permulan dengan suatu cara
tertentu melahirkan hal-hal lain,yang keberadaannya tergantung dari pemula
itu,prinsip ini merupakan hasil perpaduan antara kajian teoritik dan teori
lapangan yang terarah yang digunakan sebagai pedoman-pedoman dalam pelaksanaan
yang dimaksudkan(Halaen,2002 : 63).
1. Bimbingan
konseling melayani semua individu,tanpa memandang umur,jenis
kelamin,suku,bangsa,agama,dan status sosial ekonomi individu yang akan
diberikan layanan.
2. Bimbingan
dan konseling berkaitan dengan sikap dan tingkah laku individu yang terbentuk
dari berbagai aspek kepribadian yang kompleks.Oleh karena itu pelayanan
bimbingan konseling perlu menjangkau keunikan dan kekompleksan pribadi
individu.
3. Untuk
megoptimalkan pelayanan bimbingan dan konseling sesuai dengan kebutuhan
individu itu sendiri perlu dikenali dan dipahami keunikan setiap individu
dengan berbagai kekuatan, kelemahan, dan permasalahan yang sedang dihadapi oleh
individu bersangkutan.
Bimbingan
dan konseling berfungsi membantu individu untuk keluar dari permasalahannya,namun
bimbingan dan konseling memiliki keterbatasan dalam :
1. Bimbingan
dan konseling berurusan dengan hal-hal yang menyangkut pengaruh kondisi mental/fisik individu terhadap penyesuaian dirinya di rumah,di sekolah,serta
dalam kaitannya dengan kontak sosial dan perkerjaan dan sebaliknya pengaruh
lingkungan terhadap kondisi mental dan fisik individu.
2. Kesengajaan
sosial,ekonomi,dan kebudayaan merupakan faktor timbulnya masalah pada individu
yang semuanya menjadi perhatian utama pelayanan bimbingan dan konseling.
1. Bimbingan
konseling harus diarahkan untuk pengembangkan individu.
2. Tidak
ada desakan
3. Permasalahan
individu harus ditangani oleh tenaga ahli
4. Kerjasama
anatara pembimbing dengan guru lain dan orang tua
5. Pemanfaatan
yang maksimal dari hasil pengukuran dan penilaian terhadap individu
Prinsip-prinsip Berkenaan dengan
Progam Layanan
1. Program
bimbingan dan konseling harus disusun dan dipadukan sejalan dengan program
pendidikan dan perkembangan secara utuh.
2. Program
bimbingan dan konseling harus fleksibel
3. Program
pelayanan bimbingan dan konseling disusun dan diselenggarakan secara
berkesinambungan
Prinsip Bimbingan dan Konseling di
Sekolah
Penegakan
dan penumbuh kembangan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah, memiliki
komitmen dan keterampilan untuk membantu siswa
dengan segenap variasinya disekolah, dan mampu bekerja sama serta membina
hubungan yang harmonis-dinamis dengan kepala sekolah.
Komentar
Posting Komentar