Layanan Bimbingan Konseling

Nama : Timutea Purba

NIM : 18500018

       

      Bimbingan Konseling(BK) merupakan suatu proses pemberian bantuan dengan cara konseling atau face to face oleh seorang ahli yang biasa disebut konselor terhadap orang yang mempunyai masalah untuk diatasi atau yang disebut konseling.Bimbingan dan konseling disekolah sangat memiliki peranan penting demi perkembangan optimal bagi siswa.

     Bimbingan konseling(BK) di sekolah biasanya diperani oleh seorang guru yang dikenal dengan nama Guru BK.Oleh karena itu,Guru BK bukanlah polisi sekolah namun hanya sebagai pen-support adanya penegakkan tata tertib di sekolah.Oleh karena itu,agar siswa lebih percaya dan akrab dengan BK,guru     BK harus bersikap yang mengayomi siswa secara mandalam untuk menciptakan keamanan bagi siswa yang berkonsultasi.

BK di sekolah bertindak sebagai pengampu layanan bimbingan,salah satunya untuk memotivasi siswa,memberikan layanan informasi pada siswa,memberikan bimbingan-bimbingan yang bermanfaat bagi siswa seperi bimbingan kelompok.

 Selain itu,BK juga sebagai bimbingan belajar teman sebaya(tutorial sebaya),memberiakn layanan konseling bagi siswa,memberikan layanan orientasi,dan masih banyak lagi yang lain,juga sebagai dukungan sistem yang mana guru BK harus memiliki aktualisasi yang bagus dalam  bidangnya,agar pelayanan yang diberikan benar-benar menjadi bagian kerja utuh konselor kepada siswanya.

 Dengan segudang manfaat ini,seorang guru BK harus mempunyai aktualisasi yang bagus dalam bidangnya agar pelayanan yang diberikan benar-benar menjadi bagian kerja utuh konselor kepada siswanya.Hal ini selain agar siswa dapat mencapai kopetensinya sesuai dengan periode perkembangannya.

 Karena bimbingan konseling berperan sebagai salah satu bimbingan yang memberikan pertolongan kepada sekumpulan individu untuk bisa mengatasi masalah yang ada dalam kehidupannya,menyikapi dengan baik dan juga dapat mencapai rasa sejahtera dalam hidupnya.

 Bimbingan Konseling bersifat individualis,sehingga diharapkan siswa dapat berpikir lebih mandiri.

 

 

 Apa Saja Sih Sembilan Jenis Layanan BK di Sekolah atau Madrasah?

 BK sangat bermanfaat sekali bagi siswa yang membutuhkan pertolongan dan masalah mengenai kesulitan belajar,sosial,dll.Guru BK akan memberikan berbagai solusi dan pertolongan kepada siswa yang membutuhkan bantuan.Namun,ada berbagai jenis layanan BK di sekolah dan madrasah yang wajib diketahui dan dipahami oleh seorang BK atau calon guru.Berikut Sembilan jenis layanan BK di sekolah dan madrasah?

 1.      Layanan Orientasi

Lingkungan yang baru bagi individu merupakan sesuatu yang asing.Dalam kondisi tersebut individu akan mengalami kesulitan bersosialisasi .Ketidak mampuan bersosialisasi juga menimbulkan perilaku mal adaptif(perilaku menyimpang)bagi individu dengan suasana ataupun objek-objek baru.Layanan ini dapat dilakukan secara individu atau kelompok dan sebaiknya diprogamkan pada setiap awal tahun ajaran baru.Layanan orientasi bertujuan untuk membantu individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.

2.      Layanan Informasi

Layanan Informasi berguna bagi seorang klien untuk mendapatkan informasi yang diperlukan.Layanan informasi dapat diberikan secara individu atau kelompok.Misalnya bagi seorang individu yang membutuhkan informasi khusus dalam menangani kesulitan belajar atau bersosial.Untuk layanan informasi kelompok misalnya tentang informasi perguruan tinggi,kesehatan,dll.Secara lebih rinci isi layanan informasi pada sekolah dasar atau madrasah adalah(a)informasi tentang perkembangan diri,(b)informasi tentang hubungan pribadi sosial,nilai-nilai dan moral,(c)informasi tentang pendidikan kegiatan belajar,(d)informasi tentang dunia karir(e)informasi tentang sosial budaya,dan(f)informasi tentang agama.

 

Teknik atau motode yang digunakan konselor untuk menyampaikan informasi yaitu melalui :

·         Ceramah,Tanya jawab,diskusi

·         Media

·         Acara khusus

·         Narasumber

 

3.      Layanan penempatan dan penyaluran

Layanan penempatan dan penyaluran berfungsi untuk membantu siswa dalam memperoleh kegiatan ekstrakulikuler yang sesuai dengan minat dan bakatnay.Siswa memerlukan bantuan konselor untuk mengembangkan potensi mereka.Sebab mayoritas siswa belum memahami minat bakat yang mereka miliki.Penempatan dan penyaluran siswa disekolah meliputi : 1) Layanan penempatan di kelas, 2)Penempatan dan penyaluran ke dalam kelompok belajar, 3)Penempatan dan penyaluran kedalam kegiatan ekstrakulikuler, 4) Penempatan dan penyaluran ke jurusan/progam studi, 5)Penempatan dan penyaluran ke dalam pendidikan lanjutan.

 Jika orantua,guru,dan konselor memberikan layanan penempatan dan penyaluran secara matang dan kompak,maka seorang siswa akan mengalami perkembangan pada jalur yang sesuai dan tepat.

 

4.      Layanan Konseling Individu

Layanan konseling individu dilakukan untuk membantu siswa yang memiliki masalah pribadi.Konseling Individu dilakukan dengan cara tatap muka secara langsung antara konselor dan klien untuk menyelesaikan masalah yang dialami klien.Konseling merupakan layanan inti yang pelaksanaannya menuntut persyaratan dan mutu usaha yang benar-benar tinggi sebab konseling merupakan ‘’jantung hatinya’’ pelayanan bimbingan secara menyeluruh.

 Materi yang dibahas pada layanan konseling individu sama dengan layanan yang lain,yaitu menempuh tahap perencanaan,pelaksanaan,evaluasi,analisis hasil,tindak lanjut dan laporan.

 Pelaksanaan layanan konseling individu sama dengan layanan yang alin,yaitu menempuh tahap perencanaan,pelaksanaan,evaluasi,analisis hasil,tindak lanjut dan laporan.

 

5.      Layanan Bimbingan Kelompok

Layanan bimbingan kelompok yaitu suatu kegiatan informasi kepada sekelompok siswa untuk menyusun rencana suatu keputusan.Dalam layanan kelompok harus dipimpin oleh pemimpin kelompok.Pemimpin kelompok adalah konselor yang terlatih dan berwenang.Tujuan layanan ini yaitu untuk pengembangan kemampuan bersosialisasi,khususnya kemampuan berkomunikasi(verbal maupun non verbal)siswa.Topik pembahasan biasanya diberikan oleh pembimbing(pimpinan kelompok)atau bisa ditentukan sendiri secara bebas oleh anggota kelompok.Untuk jumlah ideal anggota yaitu 8-10 orang agar efektif dan efisien.

 

6.      Layanan konseling kelompok

Layanan konseling kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengemkembangan pribadi dan pemecahan masalah individu(siswa) yang menjadi perserta layanan.Dalam konseling kelompok dibahas masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota kelompok.

 

7.      Layanan Penguasaan Konten

Layanan penguasaan konten merupakan suatu layanan bantuan kepada individu maupun kelompok untuk menguasai kemampuan atau kompetensi tertentu melalui kegiatan belajar.Dengan penguasaan konten siswa diharapkan mampu memenuhi kebutuhannya secara mengatasi masalah-masalah yang dialaminya dan berguna untuk menambah wawasan mengarahkan penilaian dan sikap,menguasai cara-cara tertentu.Oleh sebab itu,konselor harus secara aktif menyajikan bahan,memotivasi dan mendorong siswa untuk berpatisipasi aktif mengikuti materi dan kegiatan pelayanan.Kegiatan layanan penguasaan kontek melalui teknik-teknik yaitu : 1) Penyajian materi pokok, 2) Tanya jawab dan diskusi, 3) Kegiatan lanjutan seperti diskusi kelompok,penugasan dll.

 

8.      Layanan Pembelajaran

Layanan pembelajaran ditujukan untuk membantu siswa mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik.Layanan ini diberikan secara individu atau pun kelompok yang memiliki masalah yang sama.

 

·         Layanan Konsultasi

Layanan konsultasi dilaksanakan oleh konselor(pembimbing)terhadap seorang pelanggan(konsulti)yang memungkinkanya memperoleh wawasan,pemahaman,dan cara-cara yang perlu dilaksanakannya dalam menangani kondisi atau permasalahan pihak ketiga.Di lingkungan sekolah atau madrasah yang bisa menjadi konsulti adalah kepala sekolah atau kepala madrasah,guru-guru,dan orang tua siswa.

 

Masalah dikonsultasiakan mencangkup berbagai hal yang dialami pihak ketiga dalam kehidupan sehari-hari terutama menyangkut statusnya sebagai siswa baik disekolah atau madrasah maupun dirumah serta di lingkungannya.Isi layanan konsultasi dapat meyangkut berbagai bidang kehidupan yang luas yang dialami oleh individu(pihak ketiga).Terhadap siswa di sekolah dan madrasah,masalah-masalah yang dikonsultasikan hendaknya lebih di prioritaskan pada hal-hal yang berkaitan dengan status siswa sebagai pelajar.

 

Perlu diingat bahwa semua penanganan layanan diatas,guru BK sebaiknya berkerjasama dengan guru-guru,TU,dan tenaga lain yang terkait.Sebagai calon guru SD hendaknya perlu memahami pentingnya pemahaman tentang lingkup BK serta jenis-jenis layanan BK agar menunjang ketercapaian tujuan pelaksanan BK yang searah dengan tujuan pendidikan nasional.

 

 Fungsi Bimbingan dan Konseling

 

A.Fungsi pemahaman yang difokuskan disini adalah fungsi pemahaman tentang dua hal,yakni focus utama pelayanan bimbingan dan konseling,yaitu klien dengan berbagai permasalahannya dan tujuan-tujuan konseling.

ü  Pemahaman tentang konseling atau perserta didik

Pemahaman tentang konseling atau perserta didik,diantara :

Ø  a. Identitas individu/perserta didik

Ø  b. Pendidikan

Ø  c. Status sosial-ekonomi

Ø  d. Kemampuan dosen(intelegensi),bakat,minat dan hobi

Ø  e. Kesehatan

ü  Pemahaman tentang masalah konseling atau perserta didik

ü  Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas

 

B. Fungsi Pencegahan

         Fungsi pencegahan adalah fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengatisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya,supaya tidak dialami oleh konseli.

Secara operasional,konselor atau guru dapat melakukan hal-hal sebagai berikut dalam menganalisis dan melakukan progam pencegahan.Secara garis beras,progam-progam ini antara lain :

Ø  Mengidentifikasi dan menganalisis sumber-sumber penyebab timbulnya masalah-masalah.

Ø  Mengidentifikasi pihak-pihak yang dapat membantu pencegahan masalah tersebut.

Ø  Menyusun rencana progam pencegahan

Ø  Pelaksanaan monitoring

Ø  Evaluasi dan laporan

 

C. Fungsi pengentasan/penyembuhan

   Fungsi Penyembuhan adalah fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif.

Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada klien yang telah mengalami masalah,baik menyangkut aspek pribadi,sosial,belajar,maupun karir.

  SEDANGKAN PENGENTASAN MASALAH MELALUI PELAYANAN KONSELOR TIDAK MENGGUNAKAN UNSUR-UNSUR FISIK DARI LUAR KLIEN MELAINKAN DARI KEKUATAN-KEKUATAN DALAM DIRI KLIEN(LESTARI,DUWI.2015).

1.      LANGKAH-LANGKAH PENGENTASAN MASALAH

2.       PENGENTASAN MASALAH BERDASARKAN DIAGNOSIS

 

 D. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan

Fungsi pemeliharaan berarti memelihara segala sesuatu yang baik yang ada pada diri individu,baik hal itu merupakan pembawaan maupun hasil-hasil perkembangan yang telah dicapai.Pemeliharaan yang baik bukanlah sekedar mempertahankan agar hal-hal yang dimaksudkan tetap utuh,tidak rusak dan tetap dalam keadaan semula,melainkan juga mengusahakan agar bertambah baik,kalau dapat lebih indah,lebih menyenangkan,memiliki nilai tambah dari pada waktu-waktu sebelumnya.Pemeliharaan yang demikian itu adalah `pemeliharaan yang membangun,pemeliharaan yang memperkembangkan.Oleh karena itu,fungsi pemeliharaan dan fungsi pengembangkan tidak dapat dipisahkan.

 Pengertian Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling.

Prinsip yang berasal dari asal kata’’PRINSIPRA’’yang artinya permulan dengan suatu cara tertentu melahirkan hal-hal lain,yang keberadaannya tergantung dari pemula itu,prinsip ini merupakan hasil perpaduan antara kajian teoritik dan teori lapangan yang terarah yang digunakan sebagai pedoman-pedoman dalam pelaksanaan yang dimaksudkan(Halaen,2002 : 63).


 Prinsip-prinsip Berkenaan dengan Sasaran Pelayanan

1. Bimbingan konseling melayani semua individu,tanpa memandang umur,jenis kelamin,suku,bangsa,agama,dan status sosial ekonomi individu yang akan diberikan layanan.

2.      Bimbingan dan konseling berkaitan dengan sikap dan tingkah laku individu yang terbentuk dari berbagai aspek kepribadian yang kompleks.Oleh karena itu pelayanan bimbingan konseling perlu menjangkau keunikan dan kekompleksan pribadi individu.

3.      Untuk megoptimalkan pelayanan bimbingan dan konseling sesuai dengan kebutuhan individu itu sendiri perlu dikenali dan dipahami keunikan setiap individu dengan berbagai kekuatan, kelemahan, dan permasalahan yang sedang dihadapi oleh individu bersangkutan.

 Prinsip-prinsip Berkenaan dengan Permasalahan Individu.

Bimbingan dan konseling berfungsi membantu individu untuk keluar dari permasalahannya,namun bimbingan dan konseling memiliki keterbatasan dalam :

1.      Bimbingan dan konseling berurusan dengan hal-hal yang menyangkut pengaruh kondisi mental/fisik individu terhadap penyesuaian dirinya di rumah,di sekolah,serta dalam kaitannya dengan kontak sosial dan perkerjaan dan sebaliknya pengaruh lingkungan terhadap kondisi mental dan fisik individu.

2.      Kesengajaan sosial,ekonomi,dan kebudayaan merupakan faktor timbulnya masalah pada individu yang semuanya menjadi perhatian utama pelayanan bimbingan dan konseling.

 

 Prinsip-prinsip yang Berkenaan dengan Tujuan dan Pelaksanaan pelayanan

1.      Bimbingan konseling harus diarahkan untuk pengembangkan individu.

2.      Tidak ada desakan

3.      Permasalahan individu harus ditangani oleh tenaga ahli

4.      Kerjasama anatara pembimbing dengan guru lain dan orang tua

5.      Pemanfaatan yang maksimal dari hasil pengukuran dan penilaian terhadap individu

 

Prinsip-prinsip Berkenaan dengan Progam Layanan

1.      Program bimbingan dan konseling harus disusun dan dipadukan sejalan dengan program pendidikan dan perkembangan secara utuh.

2.      Program bimbingan dan konseling harus fleksibel

3.      Program pelayanan bimbingan dan konseling disusun dan diselenggarakan secara berkesinambungan

 

Prinsip Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Penegakan dan penumbuh kembangan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah, memiliki komitmen dan keterampilan untuk membantu siswa dengan segenap variasinya disekolah, dan mampu bekerja sama serta membina hubungan yang harmonis-dinamis dengan kepala sekolah.



Komentar